Terjadi kebakaran di Pengadilan Agama Natuna. Alarm berbunyi dengan nyaring, asap mulai mengepul di beberapa titik, semua pegawai Pengadilan Agama Natuna yang sedang sibuk bekerja di ruangan masing-masing segera berlarian menyelamatkan diri, mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan. Satuan Pengamanan Pengadilan Agama Natuna bertindak dengan sigap dan cepat. Sebagian memeriksa setiap ruangan untuk melakukan evakuasi, sebagian mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan berusaha menjinakan titik-titik api yang ada, sebagian lagi menghubungi petugas Pemadam Kebakaran.

Api tidak dapat dijinakan secara swadaya dan mulai membesar, namun seluruh pegawai Pengadilan Agama Natuna telah berhasil menyelamatkan diri dan berada di titik kumpul evakuasi. Tidak lama berselang terdengar bunyi sirine dari kejauhan, ternyata mobil Pemadam Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna telah tiba. Dengan sigap petugas Pemadam Kebakaran menjinakan api yang mulai membesar yang tidak dapat lagi dijinakan oleh APAR. Setelah beberapa lama api pun berhasil dijinakan, semua merasa lega terutama seluruh stake holder Pengadilan Agama Natuna karena kantor Pengadilan Agama Natuna berhasil diselamatkan dari kebakaran.

Kejadian tersebut bukan kejadian yang sebenarnya, namun kejadian tersebut merupakan salah satu skenario dari sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana kebakaran yang dilakukan oleh Pengadilan Agama bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna. Simulasi tersebut merupakan bagian dari implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No : KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja dan sejalan dengan Surat Edaran Bupati Natuna Nomor 003/PMK-Edaran/III/2019 yang menghimbau agar setiap instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna untuk menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat dari bahaya kebakaran.

Sosialisasi dan simulasi ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 19 Juli 2019 yang bertempat di gedung kantor Pengadilan Agama Natuna. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pegawai Pengadilan Agama Natuna mulai dari Pimpinan, Para Hakim, Pejabat Struktural dan fungsional, Staff, hingga seluruh pegawai honorer Pengadilan Agama Natuna, yang dipandu oleh Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna.

Simulasi dimuali dengan pembekalan di dalam ruangan yaitu di ruang sidang utama Pengadilan Agama Natuna yang disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna. Sebelum pembekalan dimulai, Ketua Pengadilan Agama Natuna, Rusdi, S.Ag., M.H., memberikan sambutan dengan menyampaikan selamat datang kepada seluruh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran, kemudian menyampaikan juga ucapan terima kasih atas kerjasama antara Pengadilan Agama Natuna dengan Dinas Pemadam kebakaran, sehingga kegiatan simulasi ini dapat terealisai. “kegiatan ini dimaksudkan agar seluruh pegawai Pengadilan Agama Natuna dapat lebih waspada terhadap bencana yang bisa menimpa kapan saja, selain itu juga diharapkan degan adanya acara ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi seluruh pegawai Pengadilan Agama Natuna tentang bagaimana cara menangani dan menghadapi bencana kebakaran.” ujarnya.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembekalan dari Dinas Pemadam Kebakaran yang disampaikan oleh Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Hamid Hasnan, S.Pd. dand didampingi oleh Nurhakim, A.Md., sebagai Kasi Operasi; Kasi Pengendalian Bahaya Kebakaran. Beliau menyampaikan mengenai seluk beluk kebakaran hingga teori-teori dan tata cara pemadaman kebakaran yang baik dan benar, terutama menekankan pentingnya keberadaan dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan APAR sebagai langkah awal pemadaman kebakaran di kantor. ““hal yang paling penting dalam menghadapi kebakaran adalah perlu adanya ketenangan, setelah tenang baru kita memikirkan langkah apa selanjutnya yang harus diambil untuk menghadapi kebakaran yang terjadi.” ujar Hamid.

Selanjutnya Tim Dinas Pemadam Kebakaran juga memperagakan bagaimana cara penggunaan APAR yang baik dan benar, kemudian simulasi dilakukan dengan menjalankan skenario kebakaran yang telah ditetapkan serta praktek pemadaman api, dimulai dari pemadaman api secara swadaya menggunakan selimut api, APAR, hingga memeadamkan api dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Semoga dengan adanya simulasi ini bisa menambah pengetahuan, kewaspadaan, kesiap-siagaan, serta peningkatan jaminan keselamatan kerja bagi seluruh Pegawai Pengadilan Agama Natuna. (eMKa)